Daycare Ramah Anak merupakan suatu tuntutan keniscayaan atas pemenuhan kebutuhan pengasuhan anak saat para orang tua bekerja termasuk saat ibu menjadi pekerja publik disektor apapun, mengingat pengasuhan dalam usia balita sangat dilekatkan pada tanggung jawab ibu/perempuan, serta kondisi sulit ketika Indonesia saat ini sedang mengalami masa pandemi Covid-19. Data Biro Pusat Statistik (BPS) 2018 menunjukkan tingkat partisipasi kerja laki-laki adalah 83% dan perempuan 52% baik di sektor formal maupun informal. Partisipasi perempuan dalam bekerja terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang tersebar dalam 17 (tujuh belas) lapangan pekerjaan utama. Meningkatnya angka partisipasi perempuan dalam bekerja menunjukkan keberhasilan positif bagaimana Indonesia berkomitmen dalam gerakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) untuk memberikan ruang bagi perempuan dalam ranah publik dan kerja, namun peran pengasuhan masih menjadi tantangan bagi mereka dan membutuhkan solusi oleh negara .

Bagi perempuan menikah berusia 16-49 tahun yang bekerja baik di sektor formal maupun informal lebih rendah, yaitu 44,29% dari pada perempuan yang tidak menikah. (SDKI, 2017) angka tersebut turun menjadi 41,78% ketika perempuan telah memiliki lebih dari dua anak. Penurunan signifikan sebesar 19% terjadi pada perempuan menikah dan memiliki anak balita. Hal ini menunjukkan usia anak menjadi faktor penurunan angka pekerja perempuan. Hal ini antara lain dipengaruhi ekspektasi masyarakat terhadap perempuan untuk merawat anaknya (domestic roles) sehingga ada tantangan pada gender roles. Selain itu tantangan pengasuhan pada perempuan bekerja ditunjukkan juga dengan data dari BPS, Satkernas Tahun 2018 terkait lapangan pekerjaan utama pada perempuan usia diatas 15 Tahun, bahwa 17 lapangan pekerjaan utama, perempuan tertinggi bekerja pada 3 lapangan pekerjaan utama

Perempuan bekerja berada di sektor manufaktur (industri pengolahan khususnya padat karya) seperti pabrik rokok, tembakau, makanan dan minuman, manufaktur tekstil, sandal/sepatu (alas kaki), dan kulit, sektor perkebunan, sektor jasa (hotel, transportasi, dan pariwisata) dan pertambangan. Di sektor perkebunan, perempuan yang terlibat dalam pekerjaan, ditemukan sering membawa anaknya di lokasi perkebunan, baik anak usia bayi hingga usia SMP. Hal ini disebabkan karena ketiadaan pengasuh lain dan kekhawatiran Ibu, saat harus bekerja atau pergi ke kebun dan tidak mungkin meninggalkan anaknya seorang diri di rumah.

Untuk informasi kerjasama serta Pelatihan dapat menghubungi Admin Kami di nomerĀ 0812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *